Apa Itu Hidroponik..?

Sunday, June 8, 2014

Kebun-Petani.blogspot.com - kali ini membahas tentang Hidroponik, Agan-agan mungkin sering mendengar apa itu Hidroponik dan apa keunggulan ataupun keuntungan teknik budidaya dengan teknik Hidroponik. sekarang kita akan membahasnya.
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan, karena tidak semua hasil pertanian bernilai ekonomis. Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik yaitu:

Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Macam-macam hidroponik

  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Run to waste
  • Deep water culture
  • Bubbleponics
  • Bioponic

    Media tanam inert hidroponik

    Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:
  • Arang sekam
  • Spons
  • Expanded clay
  • Rock wool
  • Coir
  • Perlite
  • Pumice
  • Vermiculite
  • Pasir
  • Kerikil
  • Serbuk kayu

Keuntungan teknik hidroponik

  • Tidak membutuhkan tanah
  • Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium
  • Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk menrancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

Referensi

  • Siti Istiqomah. Menanam Hidroponik. Penerbit: Ganeca Exact.
  • Pinus Lingga. 1984. Hidroponik: Bercocok tanam tanpa tanah. Penerbit: Niaga Swadaya

Pola Pemupukan berimbang Pada Tanaman Padi

Monday, August 12, 2013


panen perdana padi pim
Padi merupakan komoditas utama yang selalu di buadidayakan oleh petani indonesia. Tetapi disini banyak hal yang menjadi kendala dalam produktifitas budidaya. Seperti aduan para petani yang kebetulan menjadi rekan kerja saya saat itu, beliau berkata ” mas, kenapa dengan pupuk yang diproduksi saat ini kualitasnya kurang bagus, tak seperti pupuk pada masa lalu, yang hanya membutuhkan jumlah pemaikan yang sedikit sudah membuahkan hasil yang cukup besar. apa ini permainan pasar ? ” dari pertanyaan sahabat tani yang satu ini, saya dapat menyimpulkan menerangkan bahwa, inti dari suatu prosen budidaya tanaman khususnya padi itu tidak di bisa di tumpukan pada pemupukan saja.

Ada beberapa yang perlu sahabat tani ketahui dalam proses budidaya ;
1. Kenali varietas padi yang anda tanam.
2. Pengolahan lahan yang baik.
3. Pengairan yang optimal ( saluran pemasukan dan saluran pengeluaran dapat berjalan dg baik )
4. Pemupukan yang berimbang.
5. Pengendalian OPT dan Penyakit pada tanaman.
Dari lima hal yang perlu sahabat petani ketahui diatas, hal yang paling petani kurang dipahami adalah pemupukan yang berimbang.

Apasih pemupukan yang berimbang itu ? 
Apa kita harus memupuk semua kandungan dg takaran yang sama ?. Tentunya yang di maksut pemupukan berimbang disini bukan sperti itu sahabat tani.
Pengertian dari pemupukan seimbang adalah pemupukan yang di andasi dengan kebutuhan akan unsur makro dan mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman. Apa sih yang dimaksud unsur makro gemscool dan mikro ? unsur makro adalah unsur yang di butuhkan oleh tanaman dg jumlah yang relatif besar seperti N, P, K. senangkan unsur mikro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman yang relatif sedikit contohnya Fn. Br dll.
Berkaitan dengan pemupukan berimbang, saat ini pemerintah khususnya dinas pertanian dan lembaga lembanga BUMN seperti PT Petrokimia Gresik telah menerapakan dosis pupuk yang cukup untuk padi khususnya di wilayah pulau jawa.

Dosis yang di tetapkan adalah (5 : 3 : 2 ) 500 kg pupuk organik + 300kg Phonska + 200kg urea tiap satuan hektar. Atas dasar apa penetapan dosis tersebut di pakem kan ? Perlu sahabat tani ketahui, bahwa pemerintah khususnya dinas pertanian bekerja sama dengaan lembaga BUMN yang bergerk di pertanian telah meneliti kandungan unsur hara di berbagai daerah di indonesia, guna menetapakan kebutuhan unsur hara tambahan di stiap budidaya tanaman tertentu.

Apasih dampak dari pemupukan berimbang ? 
salah satu dampak utama adalah sahabat tani dapat meperoleh hasil yang maksimal dg biaya produsi yang minim, dg pemupukan berimbang sahabat petani dapat memperbaiki struktur tanah yang ada.

Bagaimana dengan cara aplikasinya ?
Dengan dosis 500kg organik + 300kg phonska + 200kg urea per satuan hektar. sahabat petani dapat mengaplikasikan 3 kali. aplikasi pertama adalah pupuk dasar. pupuk dasar adalah pupuk yang dibenamkan disaat sstelah proses pengolahan lahan (sebelum tanam. dg cara ketika lahan sedang di balik (singkal) taburkan merata 500kg  organik ke lahan seluas 1 hektar. kemudian garu / pengancuran tanah.

pemupukan yang kedua ketika tanaman berumur 14 hst (hari setelah tanam) dngan dosis 300  klg phoska + 150 kg urea. dan aplikasi yang ke 3  50 kg urea ketika tanaman mendekati fase bunting.
selamat mencoba.

sumber : http://epetani.deptan.go.id

PENGGUNAAN BENIH BERMUTU UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI

Sunday, June 16, 2013


Salah satu faktor penting yang menentukan tingkat hasil tanaman adalah benih. Benih bersama dengan sarana produksi lainnya seperti pupuk, air, cahaya, iklim  menentukan tingkat hasil tanaman. Meskipun tersedia sarana produksi yang cukup, tetapi tidak menggunakan benih bermutu maka hasilnya akan rendah. Benih bermutu mencakup mutu genetis, yaitu penampilan benih murni dari varietas tertentu yang menunjukkan identitas genetis dari tanaman induknya, mutu fisiologis yaitu kemampuan daya hidup (viabilitas) benih yang mencakup daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih dan mutu fisik benih yaitu penampilan benih secara prima  dilihat secara fisik seperti ukuran homogen, bernas, bersih dari campuran, bebas hama dan penyakit, dan kemasan  menarik.

Benih unggul harus mempunyai sifat–sifat unggul seperti potensi hasil tinggi, umur genjah, tahan terhadap hama dan penyakit, dan tahan terhadap stres lingkungan. Selama ini petani yang sudah menggunakan benih bermutu jumlahnya terbatas, terutama karena adanya bantuan pemerintah, sedangkan jika tidak ada bantuan lebih banyak menggunakan gabah hasil panen. Benih bermutu tidak harus berupa benih bersertifikat yang diperoleh dari produsen benih tetapi dapat diproduksi sendiri asalkan dengan metode yang benar. Untuk menghasilkan benih bermutu harus diperhatikan mulai beberapa aspek budidaya dari penyiapan lahan sampai panen, antara lain pengaturan jarak tanam, pemupukan, pengairan, perlindungan  terhadap organisme pengganggu tanaman, rouging/seleksi, pemanenan dan pasca panen.



Budidaya Tanaman Sayuran secara Vertikultur

Saturday, June 15, 2013

tanaman vertikultur
Sistem pertanian vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini cocok diterapkan di lahan-lahan sempit atau di pemukiman yang padat penduduknya.


Kelebihan dari sistem pertanian vertikultur adalah : 1) efisiensi penggunaan lahan karena yang ditanam jumlahnya lebih banyak dibandingkan sistem konvensional, (2) penghematan pemakaian pupuk dan pestisida, (3) kemungkinan tumbuhnya rumput dan gulma lebih kecil, (4) dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu, (5) mempermudah monitoring/pemeliharaan tanaman.


Jenis tanaman yang dapat ditanam secara vertikultur ini sangat banyak, biasanya dari komoditas sayuran, tanaman hias ataupun komoditas tanaman obat. Dari komoditas sayuran antara lain : sawi, kucai, pakcoi, kangkung, bayam, kemangi, caisim, seledri, selada bokor dan bawang daun. Budidaya tanaman sayuran secara vertikultur ini dapat dilakukan di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan juga meminimalisirkan pengeluaran keluarga.


Model budidaya secara vertikultur dapat berupa : Model gantung, Model tempel, Model Tegak dan Model Rak. Berikut adalah model budidaya tanaman sayuran secara vertikultur sederhana model rak :


Cara merakit pot dari talang air.

Siapkan wadah tanaman berupa talang air segi empat sepanjang 150 (seratus lima puluh) cm sebanyak 3 (tiga) buah. Lubangi bagian bawahnya dan tutup bagian kedua sisinya.


Untuk rak, siapkan reng kayu dengan panjang 1(satu) meter sebanyak 5 (lima) batang. Kayu bulat sebanyak 3 (tiga) batang ukuran 1 (satu ) m. Reng kayu ukuran 60 cm sejumlah 2 (dua) batang, ukuran 45 cm sejumlah 2 (dua) batang dan 30 cm sejumlah 2 (dua) batang. Rangkailah kayu tersebut seperti gambar dibawah ini.


Letakan talang air di rak kayu, dan isi pot talang air tersebut dengan media tanam.



Media Tanam :


1. Media tanam berupa campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan volume 1:1

2. Masukan media tanam ke dalam talang air yang telah disiapkan.



Persemaian dan Penanaman :


1. Untuk tanaman kangkung dan bayam benih bisa langsung ditanam dalam media tanam talang air tersebut. Untuk tanaman cabai, terong, paprika, sawi benih harus disemaikan terlebih dahulu. Namun karena talang air berukuran kecil, jenis tanaman apa yang akan ditanam harus menjadi perhatian. Tanaman yang bisa ditanam biasanya tanaman daun antara lain bayam, kangkung dan sawi.

2. Cara persemaiannya adalah benih direndam dalam air hangat (± 50ÂșC) selama 1 (satu) jam. Semaikan benih-benih tersebut ke dalam media tanam berupa bak plastik atau tray, setelah tanaman mempunyai daun antara 4-5 helai, bibit bisa dipindahkan langsung ke dalam talang air tersebut.

3. Pemindahan bibit ke media talang air tersebut harus sangat hati-hati, usahakan tanah masih menempel pada akar tanaman. Lakukan penanaman pada sore hari atau pada pagi hari dengan membenamkan tanaman sampai batas leher akar.


Pemeliharaan :


1. Penyiraman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari

2. Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati

3. Pemupukan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

a. Dengan mengunakan pupuk cair (NPK) lengkap sebanyak 1 (satu) gram dicairkan dalam 1 (satu) liter air lalu disemprotkan ke daun tanaman sebanyak 100-250 cc pertanaman atau tergantung umur tanaman dengan interval 1-2 minggu sekali.

b. Dengan menggunakan NPK yang disiramkan pada media tanam bukan pada tanamannya. Dosis pupuk yang dianjurkan untuk fase pertumbuhan adalah 2 sendok makan NPK/10 liter air (1 ember) atau campuran urea + SP36 + KCl dengan perbandingan 2:1:1.

4. Pengendalian hama penyakit sebaiknya dilakukan secara konvensional/mekanik dengan cara mencabut atau menggunting tanaman yang terserang hama penyakit . Hindari pemakaian pestisida dan bila terpaksa gunakan pestisida yang selektif dan secara bijaksana. 




Teknis Budidaya Kelengkeng

Monday, March 4, 2013

kelengkeng | lengkeng

Syarat Tumbuh
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.


Pedoman Budidaya
stek lengkeng
 
 








bibit kelengkeng 








Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun. Budi daya tanaman Lengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.
Pemeliharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.



Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.
Panen dan Pasca Panen
Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.
 

TEKNIK BUDIDAYA MANGGA (Mangifera indica L)

Thursday, February 7, 2013


           mangga-2kg-sebijiMangga sebagai sumber vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan, buah mangga juga merupakan komoditi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi untuk diperdagangkan.
1. Keadaan Umum
Tanaman mangga termasuk suku Anarcadiaceae, berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 10-40 meter dengan garis tengah batang sekitar 80-100cm. Batang berwarna keabuan, kulit berbelah-belah tidak rata dan getah putih bening. Untuk pertumbuhannya tidak memerlukan syarat yang berat, tanaman dapat tumbuh baik pada ketinggian 300-500m dpl, terutama pada tanah yang gembur dengan pH 5-6 dan berpengairan baik. Iklim yang diperlukan bagi pertumbuhannya ialah yang mempunyai masa kering sekitar 3-4 bulan.
2. Jenis Mangga
Mangga mempunyai banyak varietas diantaranya:
  1. Mangga gadung (arumanis)
  2. Mangga golek
  3. Mangga madu
  4. Mangga manalagi
  5. Mangga cengkir
  6. Mangga kedong
2. Mempersiapkan Bahan Tanaman/Bibit
    Tanaman mangga dapat diperbanyak dengan 3 cara,yaitu :
  • Dengan biji cara :
       yaitu dengan memanfaatkan sifat poly embrional biji mangga. Cara ini termasuk cara yang paling mudah dan murah karena dari  satu biji dapat diperoleh lebih dari 2 semai atau tanaman baru. Pembiakan dengan cara ini kurang dianjurkan karena lama baru bias menghasilkan (7 tahun) dan sering sifat-sifatnya menyimpang dari sifat induknya sesuai dengan hukum segregasi Mendell. Umumnya cara ini dilakukan untuk menunjang pengadaan batang bawah untuk keperluan okulasi
  • Dengan mencangkok
Cara :
        Batang yang terpilih untuk dicangkok da sayat dan dikuliti, lebar sayatan 7-10 cm. Penyayatan dilakukan sehingga kelihatan kayunya, yaitu dengan jalan mengerok lapisan kambium batang tersebut. Selanjutnya luka sayatan dibiarkan kering selama 2-4 hari, kemudian disekeliling sayatan diberi campuran tanah dan pupuk serta dibungkus pakai plastik yang telah dilubangi atau pakai pembungkus lainnya.
Apabila terpaksa pencangkokan dilakukan pada musim kemarau, maka cangkokan tersebut selalu disiram. Biasanya setelah 2-3 bulan cangkokan sudah berakar dan dapat dipotong untuk selanjutnya ditanam. Penanaman dapat langsung di lapangan apabila lubang tanam telah disiapkan terlebih dahulu atau dipelihara dahulu pada kontong-kantong plastik
Beberapa keuntungan apabila memperbanyak tanaman dengan system cangkok, yaitu hasilnya sama dengan pohon induknya, cepat menghasilkan, pohonnya pendek. Kelemahannya; pohon induk sering rusak bentuknya karena banyak cabang yang diambil, tidak dapat diperoleh bibit dalam jumlah besar, apabila pencangkokan dilakukan kurang teliti maka cangkokan sering gagal, perakaran dangkal, penyakir akan terus terbawa, memerlukan tenaga dan waktu yang banyak disbanding dengan cara lain.
  •       Dengan okulasi ;
Cara mengokulasi :
  • Ambil mata tunas (mata tempel) berikut kayunya dari pohon yang benar-benar unggul.
  • Pohon pangkal (under stump) dikupas setinggi 10-15 cm di atas tanah.
  • Kulit yang dikupas dipotong dua per tiga bagiannya.
  • Mata tunas diselipkan pada pohon pangkal, lalu diikat erat dengan tali plastik, tunasnya jangan ikut terikat.
  • Setelah 3 minggu ikatan tali plastik dilepas, jika mata tunas tetap hijau artinya okulasi berhasil, jika layu/ kering bearti gagal, dapat dilakukan ulangan disebelahnya.
  • Bila pohon pangkal berhasil, maka pohon pangkal dirundukkan (dipatahkan dengan gunting) lebih kurang 10 cm di atas tunas mata, maksudnya untuk mendesak tunas mata tumbuh, sedang daun-daun masih berfungsi untuk menghasilkan makanan. Setelah mata tunas tumbuh, pohon pangkal yang dirundukkan itu dipotong sama sekali.
mango-dsc002673. Menanam Bibit
a. Persiapan lahan
        Kebun diberi lubang kira-kira 1 bulan sebelum musim hujan. Lubang berukuran 1m x 1m x 1m atau 60cm x 60cm x 60cm. Jarak tanam 10m x 10m atau 12m x 12m. Lubang dibiarkan terbuka selama 30 hari agar kemasaman tanahnya hilang. Pada waktu membuat lubang tanam, hendaknya dipisahkan lapisan tanah atas dengan bawah dan seminggu sebelum tanam lubang ditimbun kembali dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 2-3 blek setiap lubang. Ketika menimbun lubang, tanah lapisan bawah dimasukkan lebih dahulu sehingga susunannya seperti semula.
b. Penanaman
Bibit ditanam sedalam leher akar, penanaman dilakukan pada pagi hari atau sore hari dan sebaiknya pada musim hujan
c. Pemeliharaan
Penyulaman, penyiraman, penyiangan
Bibit yang mati atau pertumbuhannya kurang sehat secepatnya diganti dengan bibit yang baru dan sehat. Pada tahap permulaan bibit yang baru ditanami ini membutuhkan penyiraman yang sempurna, demikian pula supaya pertumbuhan tanaman baik perlu dilakukan penyiangan terhadap tumbuhan pengganggu disekitar tanaman.
Pemangkasan bentuk
Dilakukan pada umur 1-1,5 tahun pada ketinggian 60 cm diatas tanah. Tunas yang tumbuh dipelihara 3 batang dan dipilih tunas yang sehat dan tumbuh keatas. Pemangkasan kedua dilakukan setelah umur 2 tahun pada saat musim hujan. Dilakukan dengan jarak 30-35 cm dari bekas pemangkasan pertama. Pemangkasan ke 3 dilakukan pada tahun ke 3 dengan tinggi pemangkasan 30-35 cm dari bekas pemangkasan ke dua.
Pemupukan
Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman pemupukan perlu dilakukan menurut tahap pertumbuhan tanaman.
Tanaman muda ; NPK ( 14:14:14) sebanyak 300-500 gr/pohon dan Urea 300 gr/pohon.
Tanaman dewasa : NPK ( 14:14:14) sebanyak 1,5-2,0 kg/pohon.
Tanamn umur 8-10 tahun : Pupuk kandang sebanyak 2 kaleng/pohon.
Dilakukan dengan cara membuat parit sedalam 25-30 cm melingkari batang pohon sejauh mahkota pohon
Pemberantasan Hama dan Penyakit
Kumbang penggerek cabang : larva merusak cabang pohon disertai gejala membengkaknya cabang. Diatasi : Arsenat timbal 1 %.
Kumbang penggerek buah : Buah yang terserang berbintik-bintik kulitnya, dalam buah terdapat larva, imago maupun pupa.
Kutu putih : Serangan hama ini nampak seperti lapisan kapuk. Menyerang daun bagian bawah.
Aulacophora : Hama ini sebangsa kepik, menyerang pucuk daun, dapat dikendalikan dengan racun perut.
Gleosporium : Penyebab penyakit ini berupa cendawan, menyerang daun tanaman yang rimbun. Penyakit ini menyerang bagian batang, cabang, ranting, bunga dan buah muda.
Diplodia : Timbul pada saat udara kering, serangannya tidak langsung yaitu melalui luka pada bagian batang sehingga tanaman ini mengeluarkan getah.
Panen
Tanaman mangga asal bibit okulasi akan berbunga pada umur 3-4 tahun dan pembuahan berlangsung antara pertengahan Agustus s/d Desamber. Tanda-tanda buah yang sudah bias dipetik, kalau buah itu langsung dikonsumsi ialah kulit buah yang semula berwarna hijau muda berubah menjadi hijau




sumber: http://www.bbpp-lembang.info

Budidaya Pepaya

bbpplembang pepaya
BUDIDAYA PEPAYA (Carica papaya L) By Risa. Tanaman pepaya dapat tumbuh pada ketinggian 0-100 m dpl dan paling baik tumbuh pada ketinggian 600-700m dpl. Keadaan iklim suatu daerah sangat mempengaruhi rasa buahnya.
Makin tinggi tempat tumbuhnya, makin kurang rasa manisnya. Tanah yang baik untuk pertanamannya adalah tanah yang gembur, subur, aliran airnya baik dan air tanahnya cukup.
Tanaman pepaya merupakan tanaman tropis oleh karenanya tanaman ini tidak tahan terhadap hawa dingin. Waktu yang baik untuk bertanam ialah pada musim kemarau, karena pada masa berikutnya masa berbuah akan lama dan terus menerus, sebab pembuahan bunga pepaya lebih berhasil pada waktu kelembapan tinggi.
Persiapan Bibit
Benih/bibit pepaya diambil dari buah pepaya yang masak pohon atau yang tua betul dan dalam keadaan baik.
Diambil dari pohon induk yang mempunyai sifat terus-menerus sepanjang tahun berbunga sempurna, bentuk buah lonjong dan umur pohon induk sekitar 1,5-2 tahun.
Sepertiga bagian buah yang dekat dengan tangkai buah dipotong dan dibuang. Dua pertiga lagi, bagian yang ujungnya di tepuk-tepuk dengan telapak tangan. Apabila bijinya rontok, maka biji tersebut disingkirkan, sedangkan biji yang masih melekat dipergunakan untuk bibit.
Kemudian biji tersebut diambil dan dimasukkan kedalam air abu, biji yang terapung dibuang, biji yang tenggelam diambil. Kemudian dibuang kulitnya, dibersihkan dan diangin-anginkan.
Persemaian
Buatlah bedengan dengan panjang 1,5m lebar 1m dan tinggi 30 cm menghadap ke arah timur.
Tanah diolah sampai gembur dan dicampur dengan kompos halus.
Untuk menghidari sinar matahari dan hujan secara langsung, sebaiknya pesemaian diberi atap dari daun rumbia atau dari daun kelapa.
Taburkan bibit sambil ditekan dengan ujung jari, jarak tanam 10 cm. Disiram setiap hari dengan menggunakan gembor.
Setelah berumur 1 bulan dipindahkan ke dalam polybag dan setelah tanaman berumur 2 bulan siap ditanam di lapangan.
Penanaman
Jarak tanam yang paling baik 2,5 x 2,5 m atau 3 x 3 m.
Setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 15-20 kg.
Aduk-aduk pupuk kandang dengan tanah bekas galian lubang, kemudian tanamkan bibit sebanyak 2 pohon per lubang.
Pemeliharaan tanaman
Setelah tanaman berumur 3-4 bulan tanaman diseleksi. Dipilih satu pohon saja yang berbunga sempurna, sedang yang lainnya dibuang.
Penyiangan dilakukan sekitar tanaman dengan membersihkan rumput-rumput dan kotoran.
Pengairan harus cukup tetapi tidak boleh tergenang.
Pemupukan
Pemupukan I, dilakukan 2 minggu sebelum tanam dengan pupuk kandang
Pemupukan II, dilakukan 1 bulan setelah tanam
Pemupukan III, dan setrusnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali
Pencegahan dan pemberantasan hama penyakit
Penyakit layu disebabkan oleh jamur Pythium yang menyerang leher akar sehingga akar menjadi busuk. Pencegahannya ialah dengan merawat/memperhatikan saluran pembuangan.
Bercak-bercak pada buah dapat dicegar dengan menyemprotkan Dihane M 45 dengan dosis 5 gram/4 liter air, pada waktu tanaman sedang berbunga atau berbuah muda.
Daun keriting dan berbintik kuning, disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh kutu daun (Aphis). Penyakit ini dapat dicegah dengan menyemprotkan insektisida.
Hama tungau (tetranychus sp) menyerang daun. Pemberantasannya dengan menyemprotkan insektisida.

Pemungutan hasil
Setelah berumur 9-12 bulan tanaman sudah dapat menghasilkan buah. Tiap pohon dapat menghasilkan 200-300 buah. Sesudah berumur 4 tahun tanaman sudah mulai berkurang produksinya dan sebaiknya tanaman dibongkar dan diremajakan kembali.


sumber : http://www.bbpp-lembang.info

 

BUDIDAYA TANAMAN Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger