Mengenal Gaharu ( bak alem)


Gaharu(bak alem-red) – Mungkin sebagian besar dari kita masih belum mengenal kayu gaharu, kayu yang berasl dari poho gaharu dan biasanya tumbuh dengan baik di daerah tropis dengan ketinggian 750 meter dari permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian beberapa lembaga pendidikan, pohon gaharu tumbuh dengan baik apabila tanah yang ditumbuhinya bisa ditumbuhi pohon berkayu keras. Dan saat ini pohon gaharu banyak tumbuh  di daerah Kalimantan, Sumatera dan Papua.

Banyaknya manfaat dan nilai jual yang tinggi membuat kayu gaharu ini menjadi primadona bagi para petani, bahkan tak hanya kayu gaharu saja yang memiliki nilai ekonomis, untuk ukuran daun pun dapat diolah menjadi teh yang sangat berkhasiat.

Kayu Gaharu memiliki  kandungan resin atau damar wangi yang mengeluarkan aroma dengan keharuman yang khas. Dari aroma kayu gaharu  yang sangat popular bahkan sangat disukai oleh masyarakat negara-negara di Timur Tengah, Saudi Arabia, Uni Emirat, Yaman, Oman, daratan Cina, Korea, dan Jepang sehingga dibutuhkan sebagai bahan baku industri parfum,obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesoris serta untuk keperluan kegiatan keagamaan, gaharu sudah lama diakrabi bagi pemeluk agama Budha, dan Hindu.


Nilai kayu gaharu saat ini seperti jenis super king mencapai  Rp 30 juta/kg.Sedangkan kayu gaharu jenis super dihargai Rp21 juta hingga Rp 25 juta/kg, untuk harga kacangan berkisar Rp 3 juta sampai Rp 10 juta/kg dan untuk jenis teri Rp 400.000 hingga Rp 2 juta/kg.

Produk gaharu yang tersedia di pasaran berbentuk kayu, chips, dan bubuk. Minyak gaharu dihasilkan oleh kayu gaharu kulitas rendah. Namun, kualitas gaharu oleh pemerintah di bagi menjadi gubal, kemendangan dan abu. Riset kayu gaharu di Indonesia sudah dilakukan sejak 15 tahun yang lalu dan kini sudah ditemukan pohon gaharu terbaik yang dapat tumbuh sekitar 5 cm/tahun untuk diameter batangnya.

Demikian pula untuk proses penyuntikan jamur parasit yang efektif sehingga pohon gaharu dapat diambil seluruh batang dan akarnya. Proses penyuntikan dilakukan setelah pohon gaharu berusia 6 tahun.
 
pohon gaharu baru dapat dipanen setelah 1-2  tahun proses penyuntikan. Hasil budidaya pohon gaharu diperkirakan berada di kelas teri masa panen 5 tahun seluruh bagian pohon akan diambil dengan bobot 30 kg hingga 60 kg.

Sedangkan untuk menghasilkan kualitas kayu gaharu kelas super king baru dapat dilakukan pohon gaharu yang berusia lebih dari 15 tahun. "Pendataan bibit pohon yang ditanam untuk menghindari kelebihan pasokan pada saat panen,"tambahnya.

Pohon gaharu dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dengan ketinggian 750 meter dari permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian beberapa lembaga pendidikan, pohon gaharu tumbuh dengan baik apabila tanah yang ditumbuhinya bisa ditumbuhi pohon berkayu keras. 

Berikut ini beberapa  manfaat yang bisa diambil dari kayu gaharu
  • kaya gaharu sebagai bahan baku Dupa (makmul) dan Hio dan bisa dijadikan sebagai bahan untuk aroma terapi
  • kaya gaharu sebagai bahan baku obat-obatan dan minyak wangi/parfum
  • kaya gaharu sebagai bahan baku pembuatan minyak gaharu, Sabun, Shampo Yang Harum Semerbak dan berbagai produk kecantikan
  • kaya gaharu sebagai bahan baku kerajinan dan ukiran

0 comments:

Post a Comment

 

BUDIDAYA TANAMAN Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger